Al Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dari Tarim

29 Januari 2017
Author :  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً
“Wahai orang-orang beriman, lindungilah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka”
(terj. QS. At-Tahrim ayat 6). .

Majelis Azzahir –  Al Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dari Tarim, Hadhramaut, Yaman menyampaikan tausiyah mauidhoh hasanah yang kedua. Beliau menekankan bagaimana pentingnya peran kedua orangtua, peran ayah dan Ibu didalam membina rumah tangga, memberikan pendidikan kepada anak-anak, sebegai generasi penerus yang bisa membanggakan dan membahagiakan Baginda Nabi SAW. Sesuai dengan tuntunan Baginda Nabi SAW.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً
“Wahai orang-orang beriman, lindungilah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka”
(terj. QS. At-Tahrim ayat 6).

Ayat di atas berisi perintah Allah Ta’ala kepada orang-orang beriman untuk melindungi diri dan keluarganya dari api neraka. Ini penting menjadi perhatian setiap Muslim yang beriman. Sebab ukuran kesuksesan dan kebahagiaan manusia di akhirat kelak adalah ketika dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. “Setiap jiwa akan merasakan kematian, maka bangsiapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka dia telah beruntung”. (terj. Qs. Ali-Imran ayat 185).

Menjaga keluarga yang dimaksud dalam butiran ayat yang mulia ini adalah dengan cara mendidik, mengajari, memerintahkan mereka, dan membantu mereka untuk bertakwa kepada Allah SWT, serta melarang mereka dari bermaksiat kepada-Nya. Seorang suami atau ayah, wajib mengajari keluarganya tentang perkara yang di-fardhu-kan oleh Allah SWT. Bila ia mendapati mereka berbuat maksiat segera dinasihati dan diperingatkan.

Ayat ini menunjukkan amanah dari Allah SWT terhadap seorang laki-laki, wajibnya suami mengajari anak-anak dan istri tentang perkara agama, kebaikan, serta adab yang dibutuhkan. Hal ini semisal dengan firman Allah SWT kepada Nabi-Nya SAW :
“Perintahkanlah keluargamu untuk melaksanakan shalat dan bersabarlah dalam menegakkannya.” (QS Thaha: 132)
“Berilah peringatan kepada karib kerabatmu yang terdekat.” (QS asy-Syu’ara: 214)

Ayat-ayat ini menunjukkan keluarga yang paling dekat dengan kita memiliki kelebihan dibandingkan lainnya dalam hal memperoleh pengajaran dan pengarahan untuk taat kepada Allah SWT.

Beliau SAW bersabda:
ارْجِعُوْا إِلَى أَهْلِيْكُمْ فَأَقِيْمُوا فِيْهِمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ

“Kembalilah kalian kepada keluarga kalian, tinggallah di tengah mereka dan ajari mereka, serta perintahkanlah mereka.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 628 dan Muslim no. 674)

Dalam hadits di atas, Nabi SAW memerintahkan kepada sahabatnya untuk memberikan taklim (pengajaran) kepada keluarga dan menyampaikan kepada mereka ilmu yang didapatkan saat bermajelis dengan seorang alim.

Dengan penjelasan ini, dapat dipahami bahwa tanggungjawab seorang laki-laki sebagai suami/ kepala rumah tangga sangat berat, jangan sampai ia menjadi seorang ayah yang hanya bisa memberikan makan dan minum, tetapi tidak dididik yang nanti akhirnya akan mengantarnya menuju ke neraka-nya Allah SWT, na'udzubillah min dzalik, hendaknya suami atau ayah harus membekali dirinya memiliki ilmu yang cukup untuk mendidik anak istrinya adab dan akhlak, mengarahkan mereka kepada kebenaran, dan menjauhkan mereka dari penyimpangan.

Juga karena Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya/dimintai tanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 893 dan Muslim no. 1829)

sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَاْلأَمِيْرُ رَاعٍ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.

“Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu sekalian bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (raja) adalah pemimpin, seorang suami pun pemimpin atas keluarganya, dan isteri juga pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya.”
[Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 893, 5188, 5200), Muslim (no. 1829), Ahmad (II/5, 54, 111) dari Ibnu ‘Umar radhi-yallaahu ‘anhuma]

Juga sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ اللهَ سَائِلٌ كُلَّ رَاعٍ عَمَّا اسْتَرْعَاهُ أَحَفِظَ ذَلِكَ أَمْ ضَيَّعَ؟ حَتَّى يَسْأَلَ الرَّجُلَ عَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ.

“Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin tentang apa yang dipimpinnya. Apakah ia pelihara ataukah ia sia-siakan, hingga seseorang ditanya tentang keluarganya.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa’ (no. 292) dan Ibnu Hibban (no. 1562) dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu]

Seorang suami harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi suami yang shalih, dengan mengkaji ilmu-ilmu agama, memahaminya serta mengamalkan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, serta menjauhkan diri dari setiap yang dilarang oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Kemudian dia mengajak dan membimbing sang isteri untuk berbuat demikian juga, sehingga anak-anaknya akan meneladani kedua orang tuanya karena tabiat anak memang cenderung untuk meniru apa-apa yang ada di sekitarnya.

Sebelum menjadi seorang ayah, semestinya ia telah menyiapkan istrinya untuk menjadi pendidik anak-anaknya kelak karena;
الْأُمُّ مَدْرَسَةٌ
“Ibu adalah madrasah (sekolah) bagi anak-anaknya,”.

Perlu juga diperhatikan bahwa mendapatkan pengajaran agama termasuk salah satu hak istri yang seharusnya ditunaikan oleh suami dan termasuk hak seorang wanita yang harus ditunaikan walinya.

Sementara Sayidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan, makna “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, adalah “didiklah mereka dan ajarkan ilmu kepada mereka (addibhum wa ‘allimuhum)”.

Singkatnya, ilmu adalah bekal sekaligus panduan dalam mengarungi kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat. Bahkan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka dengan itu Allah mudahkan baginya jalan menuju surga” (terj. HR. Muslim). Dimudahkan masuk surga mengandung makna dijauhkan dari neraka.

Kedua orang tua, baik ayah maupun ibu harus memilki kesadaran yang sesungguhnya, bahwa mengajar dan mendidik anak bukan menjadi tanggung jawab di madrasah, pondok pesantren atau di sekolah/universitas, yang paling penting sesuai dengan ayat tersebut diatas, adalah pendidikan dimulai dari rumah. Karena di rumah inilah, anak akan melihat langsung apa yang dilakukan oleh kedua orangtuanya, melihat langsung perilaku ayah dan ibunya begitu pula kakek dan neneknya. Oleh sebab itu kedua orangtua harus memperhatikan penididikan anak-anaknya dari rumahnya, memberikan teladan yang baik sehingga anak tersebut tumbuh menjadi anak yang soleh penuh dengan akhlak yang mulia. Oleh sebab itu orang tua harus memperhatikan akhlak anak dan juga ilmu pengetahuan anak, disamping juga memperhatikan kebutuhan makan dan tunjangan hidup anak.

Kedua orangtua, ayah dan juga ibu harus memperhatikan kawan-kawan dari anaknya tersebut, dengan siapa anaknya berkawan, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menegaskan bahwa :

الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ (أخيه) الْمُؤْمِنِ
Seorang mukmin cerminan dari saudara (teman) nya yang mukmin [HR al-Bukhâri (al-Adabul -Mufrad no. 239) dan Abu Dâwud no. 4918]

Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapakah yang dia jadikan teman karibnya.” [HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378.]

maka dari itu lihatlah kawan-kawan anak-anak kalian dan juga lihatlah kawan-kawan kalian (ayah dan ibu), karena seseorang itu akan mengikuti agama kawannya.

oleh sebab itu juga, seorang ayah dan ibu harus mengingatkan anaknya punya kawan yang tidak baik harus diingatkan dengan baik-baik, yang dimaksudkan juga bukan hanya kawan-kawan di dunia nyata ini, tetapi juga kawan-kawan di dunia maya, pertemanan media sosial, seperti di facebook, whats'up, email, internet dsb. harus diperhatikan, dicarikan kawan-kawan bermain yang baik, kawan-kawan yang sholeh dan diingatkan jika kawan-kawannya itu tidak benar, bahwa kawan-kawannya itui tidak mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.

Orang tua juga harus memperhatikan kesehatan anak-anaknya, kesehatan dhohir dan batinnya. Jika anak-anak terlalu sering memegang gadget Handphone, smartphone, melihat TV terlalu lama, bermain PS terlalu lama, hal itu akan menyebabkan sakit, kesehatannya berkurang dan akan mengganggu daya pikirnya, perkembangan daya pikirnya, kekuatan daya pikirnya. Oleh sebab itu orang tua sangat harus mengarahkan dan mendidik anak-anaknya untuk menjadi anak yang baik dengan memperhatikan apa yang mereka lakukan sehari-harinya.

Shahibul Maulid, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa menjadi contoh di dalam mendidik putra dan putrinya, suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat mendengarkan putrinya mengucapkan sesuatu yang kurang patut, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan bahwa apa yang diucapkan itu sangat besar pengaruhnya (tidak baik) dan sangat besar dosanya.

Anak-anak memang boleh dan berhak mendapatkan istirahat, dan waktu untuk bermain. Tapi kita sebagai orangtua harus memperhatikan apakah permainan tersebut akan membawa dampak positif bagi anak tersebut. jangan sampai permainan-permainan tersebut membawa anak menjadi anak-anak yang tidak sholeh, sering melaknat, sering mengumpat, sering melakukan tindakan-tindakan yang tidak patut, berkata kotor dan lain sebagainya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan pendidik yang perlu dicontoh, dan sudah memberikan contoh keteladanan yang paling baik dan sempurna melalui sabda-sabadanya Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa didiklah anak-anak kalian sejak dini hari. diantara sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ;

مُـرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّـلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ.

“Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggal-kan shalat, maka pukullah ia. Dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita).” [HR Abu Dawud (no. 495)]

dipukul disini adalah pukulan untuk 'pelajaran' bukan menyakitkan. Mawlana al-Habib Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan dengan kayu siwak atau dengan sesuatu yang tidak menyakitkan. Dan pada umur 10 tahun itu juga anak laki-laki dan perempuan harus dipidahkan tempat tidurnya, tidak berada dalam satu tempat tidur dan tidur bersama.

Namun sayangnya sebagian orangtua, seorang ayah atau ibu, ada yang menganggap remeh hal seperti ini, mendidik anak dari semenjak dini. mereka beranggapan bahwa 'ini adalah hal yang biasa, ini adalah hal yang lumrah.'

Jika anak kecil dibiarkan seperti itu, maka suatu saat keburukannya akan kembali kepada kedua orangtuanya. Disuatu saat nanti bisa jadi anak tersebut akan membangkang terhadap orangtuanya, ia lebih suka kepada kawan-kawannya, lebih suka kepada teman sepermainannya, dan dia benci kepada kedua orangtuanya dan tidak mau patuh kepada kedua orang tuanya. dan itu akan menjadikan apa yang dilakukan kedua orang tua sewaktu kecil, maka akan dipetik sendiri oleh orang tuanya ketika ia telah dewasa nanti menjadi seorang 'orang tua'. Oleh karena itu ini pentingnya mendidik anak sejak umur masa masih dini/kecil.

Beliau al-Habib Zaid bin Abdurrahman bin Husain bin Abu Bakar bin Umar bin Yahya berpesan kepada para anak-anak muda yang hadir disini, kita harus patuh dan taat kepada kedua orangtua karena kita harus ingat bahwa dengan melalui keduanyalah kita bisa hadir di muka bumi ini, dengan melalui keduanya kita bisa hidup di muka bumi ini, dan jangan sampai kita dalam hidup ini menyebabkan orangtua kita menjadi sedih, menjadi merana karena tingkah laku dan akhlak kita, dan jadilah kita bisa membanggakan kedua orangtua, menjadikan mereka bahagia di dunia dan akhirat.

Anak-anak muda harus mengetahui, para remaja yang hadir juga harus mengetahui bahwa dengan berbaktinya kita kepada kedua orangtua, yang nantinya akan kembali kepada kita, Insya Allah besok ketika kita sudah menikah dan mempunyai anak, maka akan mendapatkan anak-anak yang sholeh, yang taat kepada kita, yang patuh kepada kita. Begitu pula sebaliknya, jika kita-kita ini menyebabkan hati orang tua kita terluka, menyebabkan orangtua merana dan sedih, tidak bisa membanggakan mereka, maka besok juga kita akan mendapatkan karmanya.

inilah yang ditegaskan melalui sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Dari Jabir, Rasulullah bersabda: “Berbaktilah kepada kedua orang tua kalian, niscaya anak-anak kalian akan berbakti kepada kalian.” Jagalah kehormatan kalian, lindungilah kehormatan kalian,maka beliau bersabda SAW, maka perempuan-perumpuan kalian, istri-istri kalian akan terjaga kehormatannya."

oleh sebab itu jika kita berkeinginan agar istri-istri kita mendapatkan perlindungan dari Allah SWT tidak diganggu oleh orang lain, tidak melakukan kemaksiatan-kemaksiatan yang tidak diinginkan, maka kita harus menjaga kehormatan kita sendiri, menjaga mata kita tidak melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT, tidak menggoda wanita-wanita yang bukan dihalakan kepada kita, sehingga dengan cara demikian maka istri-istri kita dan juga anak-anak perempuan kita akan dilindungi oleh Allah Subhanaa Wa Ta'ala dari fitnah-fitnah yang akan mengganggu mereka.

dan yang terakhir, kami berpesan kepada para mempelai laki-laki dan wanita juga yang sudah berkeluarga, laki-laki dan perempuan yang sudah menikah baik yang di akad nikahkan pada malam hari ini, maupun yang hadir disini, maupun yang belum menikah Insya Allah besok akan mendapatkan istri yang sholehah yang dipilihkan oleh Allah SWT. Ketahuilah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي ‘Khairukum khairukum li ahlihi wa ana khairukum li ahlii.’ - “Orang terbaik diantara kamu adalah dia yang terbaik dalam hal berlaku baik terhadap ahli (penghuni) rumahnya dan aku (Rasulullah SAW) adalah yang terbaik dari antara kalian dalam hal memperlakukan dengan baik terhadap keluarganya.”

Oleh sebab itu mahkota yang akan diberikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya adalah mahkota kehormatan yang bisa menghormati dan memuliakan keluarganya dan anggota keluarganya.
Bagi wanita yang belum menikah, Semoga Allah SWT nanti akan menganugerahkan laki-laki yang sholeh sebagai pendampingnya. Wahai wanita yang hadir disini, perempuan-perempuan yang hadir di dalam majelsi yang mubarok (penuh berkah), keberkahan maulid ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berpesan kepada kalian ;

"Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." (HR. Ahmad 1/191)

sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.”
[Hadits hasan shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 1159), Ibnu Hibban (no. 1291 – al-Mawaarid) dan al-Baihaqi (VII/291), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu]

ini menunjukkan bahwa bagaimana besarnya hak suami dalam keluarga. Semoga semuanya bisa memenuhi sunnah-sunnah Baginda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam...

(Ditranskrip dan dialihbahasakan dari kutipan ceramah, al-Habib Zaid bin Yahya dalam acara Peringatan Maulid Nabi Saw. dan Haul KH. Abdul Lathif serta Sesepuh Desa Medono Pekalongan, di PP Al-Mubarok asuhan KH. Zakaria Anshor, 27 Januari 2017).

2481 komentar 3270 Views
Azzahir Pers

Seputar Informasi Berita Majelis Ta'lim Wal Maulid Majelis Azzahir

(Habib Bidin Segaf Assegaf) dan (Habib Achmad Al-Habsyi).

Leave your comment

Comment

  • Choolla Choolla Minggu, 29 Januari 2017

    Viagra vision loss
    buy generic viagra online
    plant viagra 6800mg
    buy generic viagra online

  • logSmumn logSmumn Minggu, 29 Januari 2017

    Voucher cialis tablets
    buy cheap cialis online
    order cialis from canada
    buy cheap cialis online
    citrate dosage buy tadalafil
    buy cheap cialis online
    cheap cialis online
    http://cialischsrx.com/ http://cialischmrx.com/ http://chcialisnrx.com/

  • MariTew MariTew Minggu, 29 Januari 2017

    f0b6 safe websites to buy viagra

    [url=http://ph-1f1ba-2-0.com/]vloeibare viagra bestellen[/url]


    viagra sur le net acheter

  • ValyaTew ValyaTew Minggu, 29 Januari 2017

    beb9 at levitra is free




    is 20 mg cp pellic prix

  • logSmumn logSmumn Minggu, 29 Januari 2017

    How can i get cialis pharmacy
    buy generic cialis online
    order cialis usa
    buy generic cialis online

  • ValyaTew ValyaTew Minggu, 29 Januari 2017

    beb9 comprar is de forma segura




    acquisto is veloce

  • ValyaTew ValyaTew Minggu, 29 Januari 2017

    beb9 is unit




    is preise ohne rezept

  • ValyaTew ValyaTew Minggu, 29 Januari 2017

    f0b6 price cialis switzerland




    will 5mg of generic cialis

  • prellLip prellLip Minggu, 29 Januari 2017

    Generic cialis 20mg best buy mexico online drugstore
    buy generic cialis online
    viagra maroc cialis 20mg
    buy generic cialis online
    walmart pharmacy viagra cost cialis generic
    [url=http://cialisgentrx.com/#]buy generic cialis online[/url]
    cialis mail order
    [url=http://cialgenisrx.com/#]buy generic cialis online[/url]

  • RannevTew RannevTew Minggu, 29 Januari 2017

    is sales usa